Selasa, 19 April 2011

10 KIAT HIDUP SEHAT TANPA OBAT Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
                                                       10 kiat hidup sehat tanpa obat




Sudah bukan rahasia lagi bahwa tubuh kita mempunyai sistem kekebalan yang mampu melindungi badan dari serangan penyakit. Itu kalau sistemnya bekerja! Kadang-kadang suka ngadat.
Kalau sudah begitu, ya apa boleh buat! Kita terpaksa berobat. Namun, niscaya juga tidak ada salahnya, mencoba berbagai kiat hidup mencegah penyakit tanpa tergantung pada obat-obatan. Di mana-mana, yang dapat dipakai untuk itu: mencegah sebelum terjadi itu lebih baik daripada mengobati yang sudah telanjur marak. Berikut 10 tips

1. Kenali diri Anda, baik fisik maupun kejiwaan
Ini agak filosofis, memang, tetapi sebenarnya justru di sini letak kunci segalanya. Dengan mengenali diri sendiri, kita dapat mengetahui kelemahan fisik tubuh kita, lalu dapat memutuskan apa yang baik dan boleh dilakukan bagi tubuh, dan apa yang tidak. Orang yang tanpa disadari telah keenakan menyantap makanan yang asin secara berlebihan, misalnya, lama-kelamaan merasakan tubuhnya berubah, seperti cepat merasa pusing, berkurang keseimbangan tubuhnya, dan sering merasakan aneka gejala tidak enak badan. Setelah memeriksakan badan ke dokter, baru diketahui tubuhnya mulai mengidap "penyakit" tekanan darah tinggi. Kalau sejak itu ia berusaha sungguh-sungguh untuk mengurangi makanan asin dan berlemak, sambil melakukan olahraga ringan secara teratur, maka "penyakit"-nya tidak mudah kumat, dan ia tidak perlu sering pergi ke dokter lagi.
Bila Anda mempunyai keluhan seperti itu, seyogianyalah mencontoh orang yang mengenal kelemahan dirinya sendiri itu. Begitu juga orang yang mudah marah dan sukar mengendalikan diri karena tidak mengenal kekurangan dirinya sendiri. Setelah mengenal kelemahannya, dan mau memperbaiki kebiasaannya yang merugikan, lama-lama ia mahir menjaga agar tidak mudah terpancing emosinya. Itu berkat ia berusaha mengenal dirinya sendiri juga.
2. Tidak terburu-buru merasa sakit
Hanya karena bersin, batuk, atau agak demam, orang telah memutuskan untuk minum obat. Padahal acap kali setelah dibiarkan tiga hari, gejala sakit itu hilang sendiri. Tubuh memang mempunyai kemampuan untuk menyembuhkan sendiri. Hanya dengan beristirahat cukup, gejala sakit itu sudah hilang sendiri. Gejala pusing kadang bahkan dapat hilang hanya karena menghirup udara segar di taman yang tidak tercemar udara knalpot.
Gejala batuk dan bersin memang merupakan tanda serius juga, bahwa tubuh sedang berusaha mengeluarkan kuman penyakit dari saluran pernapasan. Demam berkeringat merupakan tanda tubuh sedang melawan serangan kuman. Kalau gejala itu berlangsung selama tiga hari, karena beratnya serangan, ya apa boleh buat, kita ke dokter untuk konsultasi medis.
3. Mengusahakan variasi makanan sehari-hari
Melakukan variasi santapan, berangkat dari asumsi bahwa ada bahan makanan tertentu yang lebih bermanfaat daripada jenis makanan biasa sehari-hari. Kalau ini kita pakai sebagai selingan bagi jenis makanan sehari-hari, maka kedua kelompok bahan itu dapat saling melengkapi. Bila kita terbiasa makan daging ayam dan sapi, sebaiknya mengubah kebiasaan itu, dan sekali-sekali makan ikan segar, tempe, dan tahu sebagai selingan. Bahan ini mempunyai kadar lemak tak jenuh yang banyak, dan berpotensi mengurangi risiko tekanan darah tinggi. Sebaliknya, kalau kita terbiasa makan ikan, tempe, dan tahu telur saja sehari-hari, pada suatu kesempatan makan santapan istimewa pada kondangan temanten, atau arisan keluarga besar, ambil saja daging ayam atau sapi. Protein daging hewan berperan mempertahankan laju pertumbuhan tubuh dan mengganti sel-sel jaringan yang rusak.
Begitu juga dengan sayuran. Kalau hari demi hari kita makan sayur mayur hijau, karena beranggapan bahwa yang serba hijau itu pasti bagus, sesekali perlu variasi menyantap sayuran dan buah-buahan tidak hijau, seperti tomat, wortel, jagung muda, paprika merah (sebagai sayur), pisang, mangga, apel, jeruk (sebagai pencuci mulut).
4. Menyesuaikan konsumsi dengan tingkatan umur
Jumlah zat gizi yang diperlukan tubuh berbeda-beda bergantung pada umur, jenis kegiatan, dan kondisi tubuh (dalam keadaan sakit atau sehat). Pada anak-anak dan remaja yang sedang giat-giatnya tumbuh, kelima unsur dalam makanan (karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral, serta air) sangat diperlukan, sehingga tidak perlu dibatasi. Sebaliknya, pada orang dewasa dan lanjut usia, pembatasan itu mutlak perlu. Karbohidrat dan lemak sebagai penghasil energi harus dikurangi jumlahnya, mengingat kegiatan fisik mereka sudah menurun. Cara mengurangi karbohidrat dan lemak ialah dengan mengurangi porsi nasi dan goreng-gorengan. Sebaliknya, vitamin dan mineral serta air justru harus dimakan dengan cukup. Zat-zat ini sangat perlu untuk memperlancar metabolisme dalam tubuh, dan meningkatkan daya tahannya. Hanya perlu diingat bahwa yang paling baik ialah memakai vitamin alamiah, seperti yang terkandung dalam buah dan sayuran segar. Sedangkan air yang diminum harus yang steril, aman dari kuman, seperti air mineral yang benar memenuhi syarat sebagai air mineral. Boleh juga air biasa yang selalu sudah direbus lebih dulu. Lebih kurang 60% dari bobot badan kita berupa air atau cairan. Itu berarti kita harus minum air lebih banyak daripada unsur makanan yang lain. Orang yang sedang sakit dan terpaksa minum obat, malah harus minum air lebih banyak lagi. Penderita "penyakit" sulit buang air, bisa tertolong dari penderitaannya dengan setiap hari minum 2 - 3 gelas air putih sebelum pergi ke belakang.
Konsumsi protein pada orang dewasa dan lansia juga perlu dikurangi, meskipun tidak sebanyak pengurangan karbohidrat dan lemak. Cara mengurangi protein ini ialah dengan mengganti menu makanan sumber protein hewani dengan makanan sumber protein nabati, yang kadar proteinnya kurang atau hanya sedikit. Misalnya, kacang-kacangan, tahu, dan tempe.
5. Berolahraga secara teratur sesuai kemampuan
Berolahraga bertujuan memperlancar peredaran darah, dan mempercepat penyebaran impuls urat saraf ke bagian tubuh atau sebaliknya, sehingga tubuh senantiasa bugar. Banyak orang berpendapat, tanpa olahraga pun kita sebenarnya juga sudah bergerak badan mirip olahraga, kalau melakukan pekerjaan fisik sehari-hari seperti menyapu lantai, membersihkan rumah, mencuci, dan menjemur pakaian. Tetapi apakah "olahraga" semacam ini dapat kita lakukan secara teratur dan berkesinambungan? Itu masalah tersendiri! Diperlukan kemauan yang kuat, berdasarkan keyakinan bahwa olahraga itu mutlak perlu agar badan tetap bugar, karena peredaran darah diperlancar tadi. Pada gilirannya ini dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Para penderita tekanan
Orang normal yang tidak mengidap penyakit, sangat baik memilih olahraga yang kapasitas aerobiknya tinggi seperti renang, aerobik yang high impact, naik sepeda stasioner, dan joging.
6. Selalu menjaga kebersihan
Lingkungan bersih di rumah, halaman, dan kompleks hunian memberi suasana segar dan nyaman. Sebuah penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa kelompok rumah yang mempunyai halaman dan lingkungan tertata baik, hijau, dan asri, mempunyai persentase kesehatan penghuninya jauh lebih baik daripada kelompok rumah miskin tanaman.
Lingkungan bersih membuat tubuh kita juga bersih, baik jasmani maupun rohani. Kondisi ini mampu mencegah penyakit jasmani seperti infeksi kulit, alergi debu, flu, bronkitis, dan "penyakit" rohani seperti stres, frustrasi dan depresi, biang kerok menurunnya sistem kekebalan tubuh.
7. Meluangkan waktu untuk bersantai
Meluangkan waktu tidak berarti minta istirahat lebih banyak daripada bekerja produktif sampai melebihi kepatutan. Tidak! Meluangkan waktu untuk istirahat itu sebentar saja, dan ini perlu, untuk setel kendo sejenak di antara ketegangan jam sibuk bekerja sehari-hari. Ini perlu dilakukan secara rutin. Bersantai juga tidak berarti harus melakukan rekreasi yang melelahkan, tetapi cukup berkumpul membicarakan masalah keseharian dengan rekan sekantor, tetangga atau keluarga di rumah. Bukan tidak mungkin, mereka dapat membantu memecahkan masalah, atau setidak-tidaknya meringankan beban pikiran. Bersantai seorang diri dengan merenung dan mawas diri juga perlu. Makin sering dan rutin ini dilakukan, makin bagus keseimbangan jiwa kita. Tidur nyaman juga bentuk bersantai seorang diri. Stamina akan pulih dengan cepat, dan keseimbangan hormon dalam tubuh juga cepat tercapai.
Tubuh letih dan pikiran kusut kalau dibiarkan berkepanjangan (sampai dibawa ke kamar tidur), akan menurunkan daya kerja sistem kekebalan tubuh. Pada gilirannya memudahkan serangan penyakit.
8. Back to nature
Trend pada awal dekade 1990-an di negeri Barat ini dilandasi pengalaman bahwa gaya hidup pada zaman modern mendorong orang mengubah kebiasaan makan, seperti misalnya lebih sering menyantap makanan kalengan, sambal botolan, atau buah awetan. Juga jarang bergerak badan karena kemudahan memakai alat bantu rumah tangga, seperti mencuci pakaian dengan mesin cuci, menyapu lantai dengan penyedot debu, bepergian dengan kendaraan, padahal cuma dekat dan lebih sehat dilakukan dengan jalan kaki. Tubuh kita jadi manja, karena jarang bergerak, sehingga mudah sakit karena lembek. Sebaliknya, seorang pendekar silat, walaupun hidup di tengah zaman modern, selalu sehat tubuhnya karena masih sering berjalan kaki, latihan rutin dengan menggerakkan badan, dan tidak memakai alat bantu hasil teknologi modern yang membuat orang jadi lembek.
Untuk kembali dekat dengan alam, kita bukannya harus ikut menjadi pendekar silat, tetapi setidak-tidaknya menghindari bahan makanan kalengan, dan malah memperbanyak makan sayuran dan buah yang segar.
9. Mengolah pernapasan
Mengolah pernapasan berarti mengatur cara dan frekuensi bernapas agar lebih efisien. Dengan menghirup udara (oksigen) perlahan-lahan dalam hitungan 15 kemudian melepaskannya kembali pelan-pelan juga dalam hitungan 15, kita bisa menahan oksigen dalam badan lebih lama daripada biasanya. Oksigen akan dipakai oleh organ tubuh secara efektif, walaupun jumlahnya cuma sedikit. Selama ini kita bernapas dengan frekuensi yang tidak teratur. Kadang lambat, kadang cepat. Oksigen yang diirup juga cepat keluar lagi. Belum sampai dimanfaatkan dengan baik, sudah keburu keluar. Dalam satu menit kita benapas lima kali atau lebih.
Tetapi, dengan latihan teratur frekuensi bernapas itu bisa kurang dari lima kali dalam semenit. Setiap kalinya selalu dalam, dan berdaya guna. Akibatnya, oksigen yang dihirup cukup sedikit saja, tetapi sudah efektif. Organ tubuh akan menyesuaikan diri dengan ketersediaan oksigen yang sedikit ini, dan itu justru menguntungkan tubuh. Sebab, dengan oksigen sedikit, tetapi toh sudah efektif itu, tubuh tidak kebanjiran hasil pernapasan berupa CO2 banyak-banyak, yang tidak baik bagi kesehatan.
10. Menggemari bacaan kesehatan
Ungkapan "Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta" sangat pas untuk menyindir orang yang ingin tubuhnya sehat, tetapi tidak mau bersusah payah mendekati bacaan tentang kesehatan. Kalau dekat, kita akan tahu seluk-beluk kesehatan itu lebih baik, dan kemudian dapat memakainya untuk menyusun siasat menghindari gangguan penyaki

Rabu, 06 April 2011

Meraih Ketenangan Hati yang Hakiki

Seiring dengan makin jauhnya zaman dari masa kenabian shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka semakin banyak pula kesesatan dan bid’ah yang tersebar di tengah kaum muslimin[1], sehingga indahnya sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kebenaran makin asing dalam pandangan mereka. Bahkan lebih dari pada itu, mereka menganggap perbuatan-perbuatan bid’ah yang telah tersebar sebagai kebenaran yang tidak boleh ditinggalkan, dan sebaliknya jika ada sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dihidupkan dan diamalkan kembali, mereka akan mengingkarinya dan memandangnya sebagai perbuatan buruk.
Sahabat yang mulia, Hudzaifah bin al-Yaman rahdiyallahu ‘anhu berkata, “Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh perbuatan-perbuatan bid’ah akan bermunculan (di akhir zaman) sehingga kebenaran (sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) tidak lagi terlihat kecuali (sangat sedikit) seperti cahaya yang (tampak) dari celah kedua batu (yang sempit) ini. Demi Allah, sungguh perbuatan-perbuatan bid’ah akan tersebar (di tengah kaum muslimin), sampai-sampai jika sebagian dari perbuatan bid’ah tersebut ditinggalkan, orang-orang akan mengatakan: sunnah (Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) telah ditinggalkan!”[2].
Keadaan ini semakin diperparah kerusakannya dengan keberadaan para tokoh penyeru bid’ah dan kesesatan, yang untuk mempromosikan dagangan bid’ah, mereka tidak segan-segan memberikan iming-iming janji keutamaan dan pahala besar bagi orang-orang yang mengamalkan ajaran bid’ah tersebut.
Oleh karena itu, tidaklah mengherankan kalau pada saat ini tidak sedikit kaum muslimin yang terpengaruh dengan propaganda tersebut, sehingga banyak di antara mereka yang lebih giat dan semangat mengamalkan berbagai bentuk zikir, wirid maupun shalawat bid’ah yang diajarkan para tokoh tersebut daripada mempelajari dan mengerjakan amalan yang bersumber dari petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat beliau radhiyallahu ‘anhum.
Tentu saja ini termasuk tipu daya setan untuk memalingkan manusia dari jalan Allah Ta’ala yang lurus. Allah Ta’ala berfirman,
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari kalangan) manusia dan (dari kalangan) jin, yang mereka satu sama lain saling membisikkan perkataan-perkataan yang indah untuk menipu (manusia)” (QS al-An’aam:112).
Bahkan setan berusaha menghiasi perbuatan-perbuatan bid’ah dan sesat tersebut sehingga terlihat indah dan baik di mata manusia, dengan mengesankan bahwa dengan mengerjakan amalan bid’ah tersebut hati menjadi tenang dan semua kesusahan yang dihadapi akan teratasi (??!!). Pernyataan-pernyataan seperti ini sangat sering terdengar dari para pengikut ajaran-ajaran bid’ah tersebut, sebagai bukti kuatnya cengkraman tipu daya setan dalam diri mereka. Allah Ta’ala berfirman,
“Apakah orang yang dihiasi perbuatannya yang buruk (oleh setan) lalu ia menganggap perbuatannya itu baik, (sama dengan dengan orang yang tidak diperdaya setan?), maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya” (QS Faathir:8).
Sumber Ketenangan dan Penghilang Kesusahan yang Hakiki
Setiap orang yang beriman kepada Allah Ta’ala wajib meyakini bahwa sumber ketenangan jiwa dan ketentraman hati yang hakiki adalah dengan berzikir kepada kepada Allah Ta’ala, membaca al-Qur’an, berdoa kepada-Nya dengan menyebut nama-nama-Nya yang maha Indah, dan mengamalkan ketaatan kepada-Nya.
Allah Ta’ala berfirman,
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (QS ar-Ra’du:28).
Artinya: dengan berzikir kepada Allah Ta’ala segala kegalauan dan kegundahan dalam hati mereka akan hilang dan berganti dengan kegembiraan dan kesenangan[3].
Bahkan tidak ada sesuatupun yang lebih besar mendatangkan ketentraman dan kebahagiaan bagi hati manusia melebihi berzikir kepada Allah Ta’ala[4].
Salah seorang ulama salaf berkata, “Sungguh kasihan orang-orang yang cinta dunia, mereka (pada akhirnya) akan meninggalkan dunia ini, padahal mereka belum merasakan kenikmatan yang paling besar di dunia ini”. Maka ada yang bertanya, “Apakah kenikmatan yang paling besar di dunia ini?” Ulama ini menjawab, “Cinta kepada Allah, merasa tenang ketika mendekatkan diri kepada-Nya, rindu untuk bertemu dengan-Nya, serta merasa bahagia ketika berzikir dan mengamalkan ketaatan kepada-Nya”[5].
Inilah makna ucapan yang masyhur dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah – semoga Allah Ta’ala merahmatinya – , “Sesungguhnya di dunia ini ada jannnah (surga), barangsiapa yang belum masuk ke dalam surga di dunia ini maka dia tidak akan masuk ke dalam surga di akhirat nanti”[6].
Makna “surga di dunia” dalam ucapan beliau ini adalah kecintaan (yang utuh) dan ma’rifah (pengetahuan yang sempurna) kepada Allah Ta’ala (dengan memahami nama-nama dan sifat-sifat-Nya dengan cara baik dan benar) serta selalu berzikir kepada-Nya, yang dibarengi dengan perasaan tenang dan damai (ketika mendekatkan diri) kepada-Nya, serta selalu mentauhidkan (mengesakan)-Nya dalam kecintaan, rasa takut, berharap, bertawakkal (berserah diri) dan bermuamalah, dengan menjadikan (kecintaan dan keridhaan) Allah Ta’ala satu-satunya yang mengisi dan menguasai pikiran, tekad dan kehendak seorang hamba. Inilah kenikmatan di dunia yang tiada bandingannya yang sekaligus merupakan qurratul ‘ain (penyejuk dan penyenang hati) bagi orang-orang yang mencintai dan mengenal Allah I[7].
Demikian pula jalan keluar dan penyelesaian terbaik dari semua masalah yang dihadapi seorang manusia adalah dengan bertakwa kepada Allah Ta’ala, sebagaimana dalam firman-Nya,
”Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya jalan keluar (dalam semua masalah yang dihadapinya), dan memberinya rezki dari arah yang tidak disangka-sangkanya” (QS. ath-Thalaaq:2-3).
Ketakwaan yang sempurna kepada Allah tidak mungkin dicapai kecuali dengan menegakkan semua amal ibadah, serta menjauhi semua perbuatan yang diharamkan dan dibenci oleh Allah Ta’ala[8].
Dalam ayat berikutnya Allah berfirman,
“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya kemudahan dalam (semua) urusannya” (QS. ath-Thalaaq:4).
Artinya: Allah akan meringankan dan memudahkan (semua) urusannya, serta menjadikan baginya jalan keluar dan solusi yang segera (menyelesaikan masalah yang dihadapinya)[9].
Adapun semua bentuk zikir, wirid maupun shalawat yang tidak bersumber dari petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, meskipun banyak tersebar di masyarakat muslim, maka semua itu adalah amalan buruk dan tidak mungkin akan mendatangkan ketenangan yang hakiki bagi hati dan jiwa manusia, apalagi menjadi sumber penghilang kesusahan mereka. Karena semua perbuatan tersebut termasuk bid’ah[10] yang jelas-jelas telah diperingatkan keburukannya oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabda Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya semua perkara yang diada-adakan adalah bid’ah, dan semua bid’ah adalah sesat, dan semua yang sesat (tempatnya) dalam neraka”[11].
Hanya amalan ibadah yang bersumber dari petunjuk al-Qur’an dan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bisa membersihkan hati dan mensucikan jiwa manusia dari noda dosa dan maksiat yang mengotorinya, yang dengan itulah hati dan jiwa manusia akan merasakan ketenangan dan ketentraman.
Allah Ta’ala berfirman,
“Sungguh Allah telah memberi karunia (yang besar) kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus kepada mereka seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, mensucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Qur-an) dan Al Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Rasul) itu, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata” (QS. Ali ‘Imraan:164).
Makna firman-Nya “mensucikan (jiwa) mereka” adalah membersihkan mereka dari keburukan akhlak, kotoran jiwa dan perbuatan-perbuatan jahiliyyah, serta mengeluarkan mereka dari kegelapan-kegelapan menuju cahaya (hidayah Allah I)[12].
Dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman,
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu (al-Qur’an) dan penyembuh bagi penyakit-penyakit dalam dada (hati manusia), dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman” (QS Yuunus:57).
Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan perumpaan petunjuk dari Allah Ta’ala yang beliau bawa seperti hujan baik yang Allah Ta’ala turunkan dari langit, karena hujan yang turun akan menghidupkan dan menyegarkan tanah yang kering, sebagaimana petunjuk Allah Ta’ala akan menghidupkan dan menentramkan hati manusia. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya perumpaan bagi petunjuk dan ilmu yang Allah wahyukan kepadaku adalah seperti air hujan (yang baik) yang Allah turunkan ke bumi…“[13].
Ketenangan Batin yang Palsu
Kalau ada yang berkata, Realitanya di lapangan banyak kita dapati orang-orang yang mengaku merasakan ketenangan dan ketentraman batin (?) setelah mengamalkan zikir-zikir, wirid-wirid dan shalawat-shalawat bid’ah lainnya.
Jawabannya: Kenyataan tersebut di atas tidak semua bisa diingkari, meskipun tidak semua juga bisa dibenarkan, karena tidak sedikit kebohongan yang dilakukan oleh para penggemar zikir-zikir/wirid-wirid bid’ah tersebut untuk melariskan dagangan bid’ah mereka.
Kalaupun pada kenyataannya ada yang benar-benar merasakan hal tersebut di atas, maka dapat dipastikan bahwa itu adalah ketenangan batin yang palsu dan semu, karena berasal dari tipu daya setan dan tidak bersumber dari petunjuk Allah I. Bahkan ini termasuk perangkap setan dengan menghiasi amalan buruk agar telihat indah di mata manusia.
Allah Ta’ala berfirman,
“Apakah orang yang dihiasi perbuatannya yang buruk (oleh setan) lalu ia menganggap perbuatannya itu baik, (sama dengan dengan orang yang tidak diperdaya setan?), maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya” (QS Faathir:8).
Artinya: setan menghiasi perbuatan mereka yang buruk dan rusak, serta mengesankannya baik dalam pandangan mata mereka[14].
Dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman,
“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari kalangan) manusia dan (dari kalangan) jin, yang mereka satu sama lain saling membisikkan perkataan-perkataan yang indah untuk menipu (manusia)” (QS al-An’aam:112).
Artinya: para setan menghiasi amalan-amalan buruk bagi manusia untuk menipu dan memperdaya mereka[15].
Demikianlah gambaran ketenangan batin palsu yang dirasakan oleh orang-orang yang mengamalkan zikir-zikir/wirid-wirid bid’ah, yang pada hakekatnya bukan ketenangan batin, tapi merupakan tipu daya setan untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah Ta’ala, dengan mengesankan pada mereka bahwa perbuatan-perbuatan tersebut baik dan mendatangkan ketentraman batin.
Bahkan sebagian mereka mengaku merasakan kekhusyuan hati yang mendalam ketika membaca zikir-zikir/wirid-wirid bid’ah tersebut melebihi apa yang mereka rasakan ketika membaca dan mengamalkan zikir-zikir/wirid-wirid yang bersumber dari wahyu Allah Ta’ala.
Padahal semua ini justru merupakan bukti nyata kuatnya kedudukan dan tipu daya setan bersarang dalam diri mereka. Karena bagaimana mungkin setan akan membiarkan manusia merasakan ketenangan iman dan tidak membisikkan was-was dalam hatinya?
Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah membuat perumpaan hal ini[16] dengan seorang pencuri yang ingin mengambil harta orang. Manakah yang akan selalu diintai dan didatangi oleh pencuri tersebut: rumah yang berisi harta dan perhiasan yang melimpah atau rumah yang kosong melompong bahkan telah rusak?
Jawabnya: jelas rumah pertama yang akan ditujunya, karena rumah itulah yang bisa dicuri harta bendanya. Adapun rumah yang pertama, maka akan “aman” dari gangguannya karena tidak ada hartanya, bahkan mungkin rumah tersebut merupakan lokasi yang strategis untuk dijadikan tempat tinggal dan sarangnya.
Demikinlah keadaan hati manusia, hati yang dipenuhi tauhid dan keimanan yang kokoh kepada Allah Ta’ala, karena selalu mengamalkan petunjuk-Nya, akan selalu diintai dan digoda setan untuk dicuri keimanannya, sebagaimana rumah yang berisi harta akan selalu diintai dan didatangi pencuri.
Oleh karena itu, dalam sebuah hadits shahih, ketika salah seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku membisikkan (dalam) diriku dengan sesuatu (yang buruk dari godaan setan), yang sungguh jika aku jatuh dari langit (ke bumi) lebih aku sukai dari pada mengucapkan/melakukan keburukan tersebut. Maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar, segala puji bagi Allah yang telah menolak tipu daya setan menjadi was-was (bisikan dalam jiwa)”[17].
Dalam riwayat lain yang semakna, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Itulah (tanda) kemurnian iman”[18].
Dalam memahami hadits yang mulia ini ada dua pendapat dari para ulama:
- Penolakan dan kebencian orang tersebut terhadap keburukan yang dibisikkan oleh setan itulah tanda kemurnian iman dalam hatinya
- Adanya godaan dan bisikkan setan dalam jiwa manusia itulah tanda kemurnian iman, karena setan ingin merusak iman orang tersebut dengan godaannya[19].
Adapun hati yang rusak dan kosong dari keimanan karena jauh dari petunjuk Allah Ta’ala, maka hati yang gelap ini terkesan “tenang” dan “aman” dari godaan setan, karena hati ini telah dikuasai oleh setan, dan tidak mungkin “pencuri akan mengganggu dan merampok di sarangnya sendiri”.
Inilah makna ucapan sahabat yang mulia, Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ketika ada yang mengatakan kepada beliau, “Sesungguhnya orang-orang Yahudi menyangka bahwa mereka tidak diganggu bisikan-bisikan (setan) dalam shalat mereka”. Abdullah bin ‘Abbas menjawab, “Apa yang dapat dikerjakan oleh setan pada hati yang telah hancur berantakan?”[20].
Nasehat dan Penutup
Tulisan ringkas ini semoga menjadi motivasi bagi kaum muslimin untuk meyakini indahnya memahami dan mengamalkan petunjuk Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang hanya dengan itulah seorang hamba bisa meraih kebahagiaan dan ketenangan jiwa yang hakiki dalam kehidupannya. Allah Ta’ala berfirman,
“Hai orang-orang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul-Nya yang mengajak kamu kepada suatu yang memberi (kemaslahatan)[21] hidup bagimu” (QS al-Anfaal:24).
Imam Ibnul Qayyim – semoga Allah Ta’ala merahmatinya – berkata, “(Ayat ini menunjukkan) bahwa kehidupan yang bermanfaat (indah) hanyalah didapatkan dengan memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka barangsiapa yang tidak memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya maka dia tidak akan merasakan kehidupan (yang bahagia dan indah)…Maka kehidupan baik (bahagia) yang hakiki adalah kehidupan seorang yang memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya secara lahir maupun batin”[22].
Sebagai penutup, akan kami kutip nasehat Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu yang berbunyi,
“Wahai saudarakau sesama muslim, waspada dan hindarilah (semua) bentuk zikir dan wirid bid’ah yang akan menjerumuskanmu ke dalam jurang syirik (menyekutukan Allah Ta’ala). Berkomitmenlah dengan zikir (wirid) yang bersumber dari (petunjuk) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang berbicara bukan dengan landasan hawa nafsu, (melainkan dari wahyu Allah Ta’ala). Dengan mengikuti (petunjuk) beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, (kita akan meraih) hidayah Allah Ta’ala dan keselamatan (di dunia dan akhirat). (Sebaliknya) dengan menyelisihi (petunjuk) beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, menjadikan amal perbuatan kita tertolak (tidak diterima oleh Allah Ta’ala). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mengerjakan suatu amalan (dalam agama Islam) yang tidak sesuai dengan petunjuk kami, maka amalan tersebut tertolak” (HSR Muslim)[23].

 

Kiat Mengisi Waktu Pagi

Ada beberapa kiat yang dapat membantu seseorang untuk bangun di malam hari guna melakukan shalat Tahajjud. Di antaranya adalah.
[1]. Mengetahui keutamaan shalat Tahajjud dan kedudukan orang yang melakukannya di sisi Allah Ta’ala serta segala apa yang disediakan baginya berupa kebahagiaan di dunia dan akhirat, bagi mereka disediakan Surga.
Allah Ta’ala bersaksi terhadap mereka dengan kesempurnaan iman, dan tidak sama antara mereka dengan orang-orang yang tidak mengetahui. Shalat Tahajjud sebagai sebab masuk ke dalam Surga, ditinggikannya derajat di dalamnya, dan shalat Tahajjud merupakan sifat hamba-hamba Allah yang shalih serta kemuliaan bagi seorang Mukmin.
[2]. Mengetahui perangkap syaitan dan usahanya agar manusia tidak melakukan shalat malam.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda mengenai seorang laki-laki yang tidur hingga datang waktu fajar,
“Itulah seseorang yang syaitan telah kencing di telinganya -atau beliau bersabda- di kedua telinganya.” [1]
‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallaahu ‘anhuma mengatakan, “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda
“Wahai ‘Abdullah, jangan kamu menjadi seperti si fulan, dahulu ia biasa melakukan shalat malam, kemudian meninggalkannya” [2]
[3]. Memendekkan angan-angan dan banyak mengingat mati.
Hal ini dapat memberi semangat untuk beramal dan dapat menghilangkan rasa malas, berdasarkan hadits ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Jadilah engkau di dunia ini seperti orang yang asing atau orang yang sedang menyeberangi jalan.”
Ibnu ‘Umar radhiyallaahu ‘anhuma mengatakan, “Apabila berada di pagi hari, janganlah engkau menunggu waktu sore. Dan apabila berada di sore hari, janganlah engkau menunggu waktu pagi. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, dan pergunakan waktu hidupmu sebelum datang kematianmu.” [3]
[4]. Tidur di awal malam agar memperoleh kekuatan dan semangat yang dapat membantu untuk melakukan shalat Tahajjud dan shalat Shubuh.
Hal ini berdasarkan hadits Abu Barzah radhiyallaahu ‘anhu.
“Bahwasanya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat ‘Isya’ dan berbincang-bincang setelahnya.”[4]
[5]. Mempergunakan kesehatan dan waktu luang (dengan melakukan amal shalih) agar pahala kebaikannya tetap ditulis pada saat ia sakit atau sedang safar.
Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam,
“Apabila seorang hamba sakit atau safar, ditulislah baginya pahala perbuatan yang biasa ia lakukan ketika mukim dan sehat.” [5]
Maka orang yang berakal hendaklah tidak terluput dari keutamaan yang agung ini. Hendaklah ia melakukan shalat Tahajjud ketika sedang sehat dan memiliki waktu luang serta melakukan berbagai amal shalih sehingga ditulislah pahala baginya apabila ia lemah atau sibuk dari melakukan amal kebaikan yang biasa ia lakukan.
[6]. Bersungguh-sungguh mengamalkan adab-adab sebelum tidur.
Yaitu, dengan tidur dalam keadaan suci, apabila masih mempunyai hadats hendaklah ia berwudhu’ dan shalat sunnah dua raka’at, membaca dzikir sebelum tidur, mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu ditiupkan serta dibacakan padanya surat al-Ikhlaash, al-Falaaq, dan an-Naas. Kemudian usaplah dengan kedua tangannya itu seluruh anggota badan yang dapat dijangkaunya (lakukan hal ini tiga kali). Jangan lupa juga membaca ayat Kursi, dua ayat terakhir dari surat al-Baqarah, dan membaca do’a sebelum tidur. Dia juga harus melakukan berbagai sebab yang dapat membangunkannya untuk shalat, seperti meletakkan jam weker di dekat kepalanya atau dengan berpesan kepada keluarganya atau temannya atau tetangganya untuk membangunkannya.
[7]. Memperhatikan sejumlah sebab yang dapat membantu untuk melakukan shalat Tahajjud.
Yaitu, dengan tidak terlalu banyak makan, tidak membuat badannya lelah dengan melakukan pekerjaan yang tidak bermanfaat, bahkan seharusnya ia mengatur pekerjaannya yang bermanfaat, tidak meninggalkan tidur siang karena itu dapat membantu bangun di malam hari, dan menjauhi dosa dan maksiyat. Disebutkan dari Sufyan ats-Tsauri rahimahullaah beliau berkata, “Selama lima bulan aku terhalang untuk melakukan shalat malam karena dosa yang aku lakukan.” [6]
[Disalin dari buku Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga “Panduan Menuntut Ilmu”, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka At-Taqwa, PO BOX 264 – Bogor 16001 Jawa Barat – Indonesia, Cetakan Pertama Rabi’uts Tsani 1428H/April 2007M]
__________
Foote Notes
[1]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 1144, 3270) dan Muslim (no. 774), dari Shahabat Ibnu Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu.
[2]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 1152) dan Muslim (no. 1159 (187)).
[3]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 6416), Ahmad (II/24, 132), at-Tirmidzi (no. 2333), Ibnu Majah (no. 4114), dan al-Baihaqi (III/369).
[4]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 568) dan Muslim (no. 461), lafazh ini milik al-Bukhari.
[5]. Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 2996), dari Shahabat Abu Musa al-Asy’ari radhiyallaahu ‘anhu
[6]. Lihat kitab Qiyaamul Lail, Fadhluhu wa Aadaabuhu wal Asbaabul Mui’iinatu ‘alaihi fii Dhau-il Kitaabi was Sunnah (hal. 50-58).

Sabtu, 02 April 2011

mau sukses psikotes?

By michan choy
Bagi Anda yang pernah menjalani psikotes mungkin pernah merasakan sakit perut, tangan tiba-tiba keringatan, detak jantung yang berlebihan, atau suasana hati yang tertekan saat bersiap menjalani psikotes. Anda tidak sendirian, sebagian besar orang mengalaminya. Bagaimana mengatasinya, inilah rahasia mengatasi stress :
1. Ingat untuk sarapan atau makan sebelum tes dimulai. Ini penting agar tubuh Anda tidak menderita dan Anda bisa kosentrasi menjawab soal tanpa gangguan kelaparan
2. Bersikap setenang mungkin. Ingatlah kegelisahan pada tingkat tertentu adalah wajar
3. Hindari memperlihatkan kegelisahan Anda. Anda harus tampak percaya diri karena perilaku Anda secara umum berada dalam pengamatan seperti halnya hasil tes Anda
4. Jika tiba-tiba menghadapi masalah, yang pertama dilakukan adalah JANGAN PANIK. Jika panik, maka tubuh Anda akan bereaksi negatif sehingga Anda tidak bisa berpikir dengan tenang. Mintalah bantuan pengawas jika Anda menghadapi masalah, pengawas pasti akan membantu Anda
5. Nyamankan diri Anda. Pelajari teknik-teknik relaksasi atau visualisasi yang sesuai dengan diri Anda untuk meredakan ketegangan (Anda dapat pelajari dari buku-buku relaksasi/visualisasi yang ada di toko buku)
6. Buat posisi dimana Anda berada menjadi senyaman mungkin. Misal jika meja atau kursi Anda bergoyang, cari kertas untuk mengganjalnya
7. Bekerjalah seefisien mungkin. kerjakan cepat namun tidak terburu-buru
8. Hindari membuang-buang waktu dengan mencari soal “jebakan” karena Anda tidak bisa menemukannya dengan mudah
9. Ingatlah makin banyak soal yang Anda kerjakan, makin besar kemungkinan Anda mendapatkan nilai tinggi
10. Sesekali pandanglah sekeliling Anda, ambil napas dalam-dalam, pejamkan mata, dan luruskan kaki. Ini akan membantu meredakan ketegangan yang timbul dalam diri Anda
11. Jangan putus asa jika pertanyaan terasa sulit. Pertanyaan itu mungkin sama sulitnya bagi orang lain
12. Jangan cemas jika pesaing Anda tampak bekerja lebih cepat ketimbang Anda. Tidak ada jaminan bahwa jawaban mereka benar
13. Jika Anda merasa tidak enak badan, katakan pada pengawas. Tidak ada untungnya diam dalam penderitaan
14. Jangan terlalu memaksa diri. Percayalah Anda telah melakukan hal yang terbaik
15. Selalu berpikir positif. Pikiran positif membuat tubuh Anda bereaksi positif, timbal baliknya adalah Anda menjadi nyaman dengan situasi atau kondisi yang ada.
Selamat menjalani tes psikometri. Sukses untuk Anda




Dewasa ini, hampir semua perusahaan menggunakan Phsicology Test/Tes Psikologi atau psikotes/psikotest sebagai bagian dalam tahapan penerimaan calon pegawai. Keunikan dari tes ini adalah pada “ketidakpastiannya”. Mengapa? Karena faktor ini dapat memutarbalikan perhitungan logis potensi seseorang.

Sebagai contoh, seseorang lulusan perguruan tinggi terbaik di negeri ini dengan IPK : 3 koma
 dan berpengalaman sebagai asisten dosen, tidak dapat lolos dari lobang jarumujian psikotes sehingga akhirnya harus berwirausaha karena belum pernah mampu melewati psikotes untuk diterima bekerja di sebuah perusahaan.

Memang ini ironi, namun ini fakta. Psikotes memang merupakan fenomena tersendiri bagi para pelamar kerja. Penulis juga pernah menghadapi hal serupa, untuk kemudian harus bangkit melalui proses “learning by doing”.

Penulis bukan seorang psikiater maupun phsicology tester, namun beberapa tips yang akan di-share berikut ini, berdasarkan pengalaman penulis ketika menghadapi psikotes, diharapkan mampu membantu mengurangi kegagalan psikotes Anda:

1. Tes Logika Aritmatika
Tes ini terdiri atas deret angka. Yang diukur dalam tes ini adalah kemampuan analisa anda dalam memahami pola-pola/kecenderungan tertentu (dalam wujud deret angka) untuk kemudian memprediksikan hal-hal lain berdasarkan pola tersebut.



Tipsnya
 adalah:
a. jangan terpaku pada deret hitung atau deret ukur perhitungan matematika saja yaitu jangan terpaku pada 3 -4 angka terdepan dalam deret namun adakalanya anda melihat deret secara keseluruhan karena pola bisa berupa urutan, pengelompokan berurutan maupun pengelompokan loncat.

b. Ingat keterbatasan waktu. Jangan terlalu asyik dan terpaku hanya pada sebuah soal yang penasaran ingin anda pecahkan, lompati ke soal berikut nya karena terkadang soal di bawahnya lebih mudah dipecahkan dibandingkan soal sebelumnya.

c. Anda bisa melatih kemampuan anda ini dari buku-buku tes UMPTN/SPMB untuk materi deret hitung/deret ukur



2.Tes Logika Penalaran

Tes ini terdiri atas deret gambar baik 2 maupun 3 dimensi. Yang ingin diukur
 dalam tes ini adalah kemapuan anda dalam memahami pola- pola / kecenderungan tertentu (dalam wujud gambar) untuk kemudian melakukan prediksi berdasarkan pola anda tersebut:



Tipsnya
 adalah:
Konsentrasi, hati-hati dan teliti. Karena bentuk- bentuk yang ditawarkan hampir serupa walau tak sama



3
. Analog Verbal Test

Tes ini terdiri atas 40 soal yang berisi sinonim / antonim / analog suatu kata.

Yang diukur dalam tes ini adalah kemampuan logika anda terhadap sebuah kondisi, untuk melihat sejauh mana anda memahami sebab-akibat suatu permasalahan.




Tipsnya
 adalah:
Apabila anda bermasalah dengan konsentrasi dan logika, anda bisa membypass-nya dengan menghafal soal dan jawaban.

Karena beberapa kali penulis menghadapi tes ini, soal
 yang diberikan relatif sama



4. Kraeplien/Pauli

Tes ini terdiri atas gugusan angka-angka yang tersusun secara membujur (atas-bawah) dalam bentuk lajur-lajur.

Calon pegawai diminta untuk menjumlahkan dua angka yang berdekatan dalam waktu tertentu di setiap kolom dan menuliskan disampingnya. Yang diukur dalam tes ini adalah konsistensi, ketahanan, sikap
 terhadap tekanan, kemampuan daya penyesuaian diri, ketelitian sekaligus kecepatan dalam mengerjakan suatu pekerjaan.

Tipsnya adalah:
a. Jangan sekalipun menggunakan pensil mekanis dalam tes ini melainkan pensil biasa atau pulpen saja, karena tes ini sangat terikat dengan waktu. Pensil mekanis membutuhkan di-reload ketika ujung granitnya habis, mekanisme ini membutuhkan waktu sekitar 0.5-1 detik. Apabila anda melakukan reload dalam 10 lajur berarti anda telah kehilangan waktu 5-10 detik.

b. Usahakan jumlah angka yang dijumlahkan di masing-masing kolom stabil. Hasilnya akan lebih baik jika dibandingkan anda
 memaksakan diri di awal tes namun tergopoh-gopoh di pertengahan dan akhir tes. Kendalikan diri anda untuk menghemat tenaga.

c. Jangan sekalipun melakukan cheating terhadap waktu maupun hasil penjumlahan. Hal ini akan merugikan anda sendiri karena justru untuk cheating anda akan membutuhkan waktu sekian detik untuk memutuskan dan itu berarti justru membuang waktu dan membuat grafik penjumlahan anda tidak alami.

d. Hal yang paling penting dari keseluruhan tes kraeplein adalah konsentrasi. Terkadang anda akan merasa blank padapertengahan tes, namun anda harus bisa bangkit & fokus lagi pada tes. Untuk itu kondisi fisik sangat berpengaruh. Usahakan tidak begadang dan sarapan dahulu sebelum berangkat tes karena model tes ini sangat menyedot energi anda.



5. Wartegg Te
st

Tes ini terdiri atas 8 kotak yang berisi bentukan-bentukan tertentu seperti titik, garis kurva, 3 garis sejajar, kotak, dua garis saling
 memotong, dua garis terpisah, tujuh buah titik tersusun melengkung dan garis melengkung.

Anda akan diminta menggambar kemudian menuliskan urutan gambar yang telah anda buat, lalu menuliskan nomor gambar mana paling disukai, tidak disukai, sulit dan mudah menurut anda.

Yang diukur dalam tes ini adalah emosi, imajinasi, intelektual dan aktifitas subjek.

Tipsnya adalah:
1) Urutan menggambar sebaiknya anda buat kombinasi antara sesuai nomor dan acak. Misalnya 1,2,3,4 kemudian 8,7,6,5. Karena apabila anda menggambar berdasarkan urutan 1,2,3,4,5,6,7,8 anda dipandang HRD sebagai orang yang kaku / konservatif sedangkan apabila anda menggambar secara acak misalnya 5,7,6,8,3,2,4,1 anda akan dipandang HRD sebagai orang yang terlalu kreatif, inovatif dan cenderung suka akan ‘breaking the low‘.

2) Kalau anda bergender lelaki jangan mulai dengan nomor 5, karena beberapa anggapan menyebutkan hal ini berpengaruh terhadap orientasi seks anda. Berikut ini adalah salah satu contoh pengerjaan yang pernah digunakan penulis untuk melewati tahap psikotes ini:



6. Draw A Man Test (DAM)

Tes ini mengharuskan anda untuk menggambar sesorang, untuk kemudian anda deskripsikan usia, jenis kelamin dan aktifitas orang tersebut. Tes
 ini dipergunakan untuk mengatahui tanggung jawab, kepercayaan diri, kestabilan dan ketahanan kerja.

Tipsnya
 adalah:
a. Gambarlah orang tersebut secara utuh mulai dari ujung kepala sampai ke ujung kaki, termasuk detil muka seperti mata, hidung, mulut dan telinga.

b. Gambarlah orang tersebut dalam keadaan
 sedang melakukan aktifitas, misalnya pak tani sedang membawa cangkul, eksekutif muda sedang menenteng koper dsb.



7. Army Alpha Intelegence Test

Tes ini terdiri atas 12 soal yang berisi kombinasi deretan angka dan deretan bentuk. Soal satu soal kadang terkait dengan soal sebelumya. Yang diukur dalam tes ini adalah kemampuan daya tangkap Anda dalam menerima dan melaksanakan instruksi dengan cepat dan tepat.

Tipsnya adalah:
Konsentrasilah kepada apa yang dikatakan narator, karena narator tidak akan mengulang instruksi tersebut
 dan waktu yang diberikan sangat terbatas. Sabar, jangan terburu menjawab, sebelum narator selesai memberikan instruksi.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhy7UIAPqMSGYSDOgpg7zr0u2T8O3cCiaMCw9yK4ccF8VcGbaBF8t0m0Zgn8PB7fp3LV9i_MO_BcLjEv1LHz1tN9yNKywdXVkJ1U0JYgJm35YNpvZeFSORs5lOtQN0DpkxTCVrADW1l1tQm/s200/gbr3.jpgContoh:
Narator akan mediktekan soal sebagai berikut :

“Coretlah angka ganjil dalam kotak dan coretlah angka genap yang berhuruf dalam lingkaran, kerjakan!” dan pada lembar jawaban akan diberikan gambar seperti disamping.



8. Menggambar Pohon


Tes ini terdiri atas tugas untuk menggambar pohon dengan kriteria : berkambium (dicotyl), bercabang dan berbuah. Sehingga tidak diperbolehkan kepada anda menggambar pohon jenis bambu, pisang, semak belukar ataupun jenis tanaman monocotyl lainnya.

Tipsnya
 adalah:
a. Pada setiap tes menggambar pohon yang pernah dilalui, penulis selalu menggambar pohon nangka. Karena pohon tersebut mewakili jenis tanaman dicotyl / berkambium.

b. Walaupun anda tidak begitu pandai dalam hal menggambar, usahakan menggambar secara detil dan rinci setiap komponen dari pohon tersebut seperti tangkai, bentuk daun, kerapatan daun, buah, akar bahkan alur pohon. 3) Untuk hasil yang lebih maksimal, fotolah pohon tersebut, pelajari karakter jenis pohonnya, kemudian latihlah kemampuan menggambar anda dengan mengacu pada foto tersebut.



9. Edwards Personal Preference Schedule (EPPS)

Tes ini terdiri atas pilihan-pilhan jawaban yang paling mencerminkan diri anda. Tes ini dipergunakan untuk mengetahui seberapa besar motivasi, kebutuhan dan motif seseorang.

Tipsnya adalah:
a.Jawablah setiap pertanyaan dengan jujur sesuai dengan kondisi anda, setidaknya yang paling mendekati, karena pertanyaan akan berulang di nomor-nomor berikutnya, sehingga apabila jawaban anda tidak sinkron, hal ini akan merugikan Anda. Kejujuran anda terkait dengan cerminan kesesuaian diri anda terhadap lowongan pekerjaan yang anda lamar.

b. Secara keseluruhan, tes EPPS ini memang paling sulit untuk di-adjustment (diakali), namun setidaknya ada beberapa pertanyaan yang bisa di-adjustment untuk disesuaikan dengan lowongan pekerjaan yang anda pilihan. Misalnya ketika anda melamar menjadi pegawai Bank, pilihlah jawaban-jawaban yang mencerminkan kejujuran, keteraturan, kedisiplinan dan mampu bekerja dalam teamwork.

c. Karena sulitnya proses adjusment tehadap tes ini, jalan paling praktis yang dapat ditempuh adalah memperbaiki diri (self improvement) anda dalam segala hal, setup diri anda menjadi seakan-akan seseorang profesional dalam setiap tingkah laku keseharian anda seperti: jujur, tepat janji, tanggung jawab dan disiplin. Karena cerminan pola pikir dan tingkah laku positif diri anda, akan tertuang tanpa anda sadari dalam hasil tes.
Contoh Soalnya:

1. A. Saya suka memuji orang yang saya kagumi
B. Saya ingin merasa bebas untuk melakukan apa saja yang saya kehendaki

2. A. Saya merasa bahwa dalam banyak hal saya kalah dibandingkan orang lain
B. Saya suka mengelakkan tanggung jawab dan kewajiban-kewajiban


10. Learning By Doing

Pengalaman memang guru yang paling baik. Lakukan perbaikan-perbaikan secara continue baik terhadap diri anda maupun terhadap kemampuan anda, di setiap psikotes yang anda hadapi.

misalnya seperti :
Melatih diri terhadap kesalahan/kesulitan yang dihadapi pada psikotes sebelumnya, membaca kembali materi psikotes secara keseluruhan semalam sebelum menghadapi psikotes (refreshment) dan mempersiapkan fisik sebaik-baiknya karena pada dasarnya psikotes akan selalu Anda kerjakan dalam keadaan tegang dan tekanan.

Karena dengan mekanisme tersebut, psikotes bukan meruapakan momok yang harus anda hindari, namun anda akan lambat laun berteman dan akrab dengan psikotes

Selamat mengerjakan. Semoga sukses

Selasa, 29 Maret 2011

usulan penelitian

I.    PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Tanaman kelapa sawit merupakan komoditi perkebunan yang pada saat ini masih menjadi primadona perkebunan di Indonesia khususnya di Provinsi Riau. Ada beberapa alasan kenapa Pemerintah Daerah Riau mengutamakan kelapa sawit sebagai komoditas utama, antara lain: Pertama, dari segi fisik dan lingkungan keadaan Derah Riau memungkinkan dikembangkan perkebunan kelapa sawit. Kondisi Daerah Riau yang relatif datar akan memudahkan dalam pengelolaan dan dapat menekan biaya produksi;  Kedua, kondisi tanah yang memungkinkan untuk ditanam kelapa sawit  akan membuat  produksi lebih tinggi dibandingkan daerah lain;  Ketiga, dari segi pemasaran hasil produksi Daerah Riau  mempunyai keuntungan, karena letaknya yang strategis dengan pasar internasional yaitu Singapura; Keempat, Daerah Riau merupakan daerah pengembangan Indonesia Bagian Barat dengan dibukanya kerjasama IMS-GT dan IMT-GT, tentu saja akan membuka peluang pasar yang lebih menguntungkan; dan  kelima, berdasarkan hasil yang telah dicapai menunjukkan bahwa kelapa sawit memberikan pendapatan yang lebih tinggi kepada petani dibandingkan dengan jenis tanaman perkebunan lainnya (Syahza, 2002).
Perkembangan luas areal kebun kelapa sawit di Riau selama periode tahun 2002-2006 sebesar 3,9% per tahun, yakni pada tahun 2002 seluas 1.312.661 ha menjadi 1.530.150 ha pada tahun 2006. Sementara perkembangan luas kebun karet dan kelapa pada periode yang sama justru turun yaitu kelapa 3,25% dan karet 1,67%. Ini memperlihatkan terjadinya alih fungsi lahan dari kebun karet dan kelapa menjadi kebun kelapa sawit. Beralihnya petani dari usahatani karet dan kelapa menjadi kelapa sawit lebih disebabkan karena kelapa sawit mampu memberikan pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan usahatani lainnya (Syahza, 2009)
Dikabupaten Kampar, komoditi kelapa sawit merupakan komoditi perkebunan yang dominan yang merupakan perkebunan utama di miliki oleh setiap masyarakat. Hal ini dapat di lihat dari peningkatan luas areal perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kampar setiap tahunnya mengalami peningkatan. Perbandingan perkembangan luas areal perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kampar dapat di lihat pada tabel 1.
Tabel 1. Perkembangan Luas Perkebunan Kelapa Sawit Kabupaten Kampar Dari Tahun 2005 S/D 2009.
NO
Jenis Usaha
Tahun
2005
2006
2007
2008
2009
Luas (ha)
Produksi
Luas (ha)
Produksi
Luas (ha)
Produksi
Luas (ha)
Produksi
Luas (ha)
Produksi
1
Rakyat
220,768
430,892
228,872
444,642
239,283
606,542
259,176
513,793
263,849
1,850,636
2
PBN
33,915
149,873
33,915
149,873
33,915
157,286
33,915
157,286
33,915
529,885
3
PBS
114,532
481,871
115,982
481,871
125,173
489,831
125,173
646,678
133,634
2,222,201

Jumlah
369,215
1,062,636
378,769
1,076,386
398,371
1,253,659
418,264
1,317,757
431,398
4,592,722

Sumber : Dinas Perkebunan Kabupaten Kampar, 2009

Pembangunan perkebunan kelapa sawit mempunyai dampak ganda terhadap ekonomi wilayah, terutama sekali dalam menciptakan kesempatan dan peluang kerja. Pembangunan  perkebunan kelapa sawit ini telah memberikan tetesan manfaat (trickle down effect), sehingga dapat memperluas daya penyebaran (power of dispersion) pada masyarakat sekitarnya. Semakin berkembangnya perkebunan kelapa sawit, semakin terasa dampaknya terhadap tenaga kerja yang bekerja pada sektor  perkebunan dan sektor turunannya. Dampak tersebut dapat dilihat dari peningkatan pendapatan masyarakat petani, sehingga meningkatnya daya beli masyarakat pedesaan, baik untuk kebutuhan primer maupun kebutuhan sekunder (Syahza, 2004 dalam Syahza, 2003a).
Pembangunan perkebunan khususnya kelapa sawit di Daerah Riau telah membawa  dampak  ekonomi  terhadap  masyarakat,  baik  masyarakat  yang terlibat dengan aktivitas perkebunan maupun  terhadap masyarakat sekitarnya. Dari hasil penelitian Almasdi Syahza (2009) menjelaskan bahwa pembangunan perkebunan  kelapa  sawit di Riau dapat mengurangi  ketimpangan pendapatan antar  golongan  masyarakat  dan  mengurangi  ketimpangan  ekonomi  antar kabupaten/kota;  dapat  menciptakan  multiplier  effect  dan  meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan; dan ekspor produk  turunan kelapa sawit (CPO)  dapat  merangsang  pertumbuhan  ekonomi  daerah  Riau.  Tingkat kesejahteraan  yang  dirasakan  oleh  masyarakat  pedesaan  telah  membawa dampak  berkembangnya  perkebunan  di  daerah,  khususnya  kelapa  sawit  dan karet.  Pembangunan  perkebunan  ini  sekarang  lebih  banyak  dilakukan  oleh masyarakat secara swadaya. 
Dengan adanya perkembangan sektor perkebunan di kabupaten Kampar dapat memicu berdirinya pabrik -  pengolahan kelapa sawit . Pembangunan sektor industri pada tahapan tertentu akan membuat  peluang pengembangan agribisnis yang cukup besar, serta memproduksi berbagai bahan mentah berupa komoditas perkebunan, hortikultura, peternakan dan perikanan  serta peluang pasar yang baik dalam negeri maupun luar negeri. Peluang - peluang  agribisnis yang tercipta akan menimbulkan stimulan terhadap investasi di  bidang agribisnis, yang diikuti dengan berdirinya perusahan-perusahaan  yang bergerak dibidang ini. Keberadaan pabrik kelapa sawit di kabupaten Kampar dapat di lihat pada lampiran 1.
Dari lampiran 1 tersebut dapat kita lihat di Kecamatan Tapung  Hulu banyak terdapat pabrik kelapa sawit, hingga saat ini pabrik kelapa sawit yang berada di daerah tersebut berjumlah 18 pabrik. PKS di Kecamatan Tapung berjumlah 7, PKS di Kecamatan Tapung hulu 7, dan di kecamatan Tapung Hilir terdapat 4 PKS. Keberadaan pabrik kelapa sawit di daerah tersebut pasti memberikan dampak positif dan negatif terhadap masyarakat di sekitar industri pabrik kelapa sawit tersebut.
Aktivitas  pembangunan  perkebunan kelapa  sawit  yang  melibatkan banyak  tenaga  kerja  dan  investasi  yang  relatif  besar  untuk  industri  hilirnya, diperkirakan  secara  positif  merangsang,  menumbuhkan  dan  menciptakan lapangan  kerja  serta  lapangan  berusaha.    Melalui  kegiatan  ekonomi  yang menghasilkan  barang  dan  jasa  yang  diperlukan  selama  proses  kegiatan perkebunan kelapa sawit dan pembangunan  industri hilirnya akan mempunyai keterkaitan ke belakang (backward linkages). Selain itu perkembangan pabrik kelapa sawit memberikan pengaruh positif dan negatif terhadap lingkungan di sekitar pabrik pengolahan kelapa sawit.
Berdasarkan hal-hal diataslah penulis akan melaksanakan penelitian untuk mengetahui dampak berdirinya pabrik pengolahan kelapa sawit baik dari segi dampak positif maupun negatif dari berdirinya pabrik kelapa sawit tersebut. Oleh sebab itu, penulis akan melakukan penelitian dengan judulDampak Pembangunan Pabrik Kelapa Sawit ( PKS ) Terhadap Masyarakat Di Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar“.
1.2. Perumusan Masalah
Berdirinya perusahaan - perusahaan di suatu  daerah tertentu akan berpengaruh secara makro terhadap kondisi  perekonomian nasional serta memiliki dampak terhadap kondisi sosial  ekonomi masyarakat di sekitar perusahan - perusahan itu didirikan. Pembangunan perkebunan  dan pabrik kelapa sawit salah satu dampak positifnya akan menimbulkan peluang usaha yang melibatkan banyak tenaga kerja sehingga berpeluang menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar pabrik. Di samping adanya dampak positif keberadaan pabrik kelapa sawit juga dapat menimbulkan dampak negatif yang di timbulkan di lingkungan sekitar pabrik. Berdasarkan uraian tersebut, maka perumusan masalah yang di ambil dalam penelitian ini adalah mengetahui dampak pembagunan pabrik kelapa sawit ( PKS ) terhadap masyarakat sekitar pabrik pengolahan kelapa sawit.
1.3. Tujuan Dan Manfaat penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah :
1.      Untuk mengetahui dampak positif dari kegiatan PKS di Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar.
2.      Untuk mengetahui dampak negatif dari kegiatan PKS di Kecamatan Tapung Hulu.
3.      Untuk mencari solusi mengatasi dampak negatif berdirinya PKS.
Manfaat dari penelitian ini adalah :
1.      Memberikan gambaran tentang dampak keberadaan pabrik kelapa sawit terhadap keadaan sosial ekonomi masyarakat sekitar pabrik pengolahan kelapa sawit.
2.      Mencari alternatif pemecahan masalah dari dampak negatif berdirinya PKS.
3.      Perhatian pemerintah dan peran serta dalam mengambil kebijakan pendirian PKS.















 

II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Pabrik Kelapa Sawit
            Sebuah pabrik pengolahan kelapa sawit diwajibkan mempunyai kebun kelapa sawit yang dapat memenuhi minimal 20 persen dari kebutuhan bahan baku. Pabrik ini biasanya terletak di dekat atau di dalam areal perkebunan (Fauidyastuti, dkk. 2006). Keberadaan pabrik pegolahan kelapa sawit pasti akan memberikan pengaruh bagi suatu masyarakat yang bermukim di sekitar pabrik tersebut. Pengaruh tersebut dapat di rasakan dari segi terbukanya suatu daerah sebagai suatu bagian dari terbukanya sarana transportasi dan memberikan dampak terhadap kondisi sosial ekonomi terhadap masyarakat sekitar pengolahan kelapa sawit.
Keberadaan pabrik pengolahan kelapa sawit akan memberi pengaruh baik dari aspek ekonomi maupun sosial budaya. Dengan adanya PKS di suatu daerah menjadi cepat berkembang karena arus transportasi menjadi lancar, adanya pembangunan fasilitas umum, sarana pendidikan, kesejahtraan meningkat sehingga menentukan status keluarga masyarakat sekitar pabrik. Selain itu juga pengaruh terhadap kondisi ekonomi yang terjadi pada individu atau pada keluarga petani yang berada di sekitar pabrik pengolahan kelapa sawit. Pengaruh yang di timbulkan bisa meliputi pendapatan kepala keluarga, perubahan jenis usahatani dan tingkat kesejahtraan keluarga. Pengaruh yang di timbulkan secara eksternalitas dari keberadaan pabrik pengolahan kelapa sawit adalah pengaruh yang di timbulkan pada individu atau keluarga yang sebenarnya tidak memanfaatkan keberadaan pabrik tersebut secara langsung (Fahlepi, 2008).
Keberadaan pabrik pengolahan kelapa sawit sebagai suatu organisasi dalam lingkungan masyarakat akan memberikan beberapa pengaruh terhadap lingkunganya. Pengaruh yang di timbulkanya ini bersifat positif atau negatif. Pengaruh tersebut  menurut tersebut menurut Jatmiko dalam (Kurniawan, 2007) di antaranya :
1.         Fasilitas fisik, berhubungan dengan masalah kebutuhan fasilitas fisik perusahaan atau organisasi.
2.         Produktifitas, Merupakan rasio relatif total output terhadap total input atau tingkat barang/jasa yang di hasilkan oleh suatu organisasi relatif terhadap sumberdaya yang digunakan organisasi dalam proses produksi.
3.         Sumberdaya manusia, berhubungan dengan aset sumberdaya manusia suatu organisasi.
4.         Tanggung jawab sosial, berhubungan dengan masalah komitmen perusahaan atau organisasi terhadap masalah sosial dan lingkungan sekitarnya.
2.2. Pemasaran
Menurut (Firdaus, 2008) pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan pokok yang harus di lakukan oleh para pengusaha termasuk pengusaha tani dalam usahanya dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya, untuk mendapatkan laba dan untuk berkembang. Berhasil atau tidaknya usaha tersebut sangat tergantung pada keahliannya di bidang pemasaran, produksi, keuangan dan sumberdaya manusia
            Keahlian di bidang pemasaran harus di mulai dengan pengertian yang benar tentang pemasaran. Berikut ini di sajikan tiga pendapat tentang pemasaran (marketing).
1.      Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan - kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menetukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan, baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial (William J. Stanton,1978).
2.      Pemasaran adalah pelaksanaan kegiatan dunia usaha yang mengakibatkan aliran barang dan jasa dari produsen ke para konsumen (The American Marketing Association)
3.      Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan, dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain (Phillip Kotler, 1995)
Berdasarkan beberapa pengertian tersebut berarti pemasaran terdiri dari tindakan - tindakan yang menyebabkan berpindahnya hak milik atas barang serta jasa yang menimbulkan distribusi fisik mereka. Proses pemasaran meliputi aspek fisik dan non fisik. Aspek fisik menyangkut perpindahan barang - barang ke tempat di mana mereka di butuhkan. Sedangkan aspek nonfisik dalam arti bahwa para penjual harus mengetahui apa yang diinginkan oleh para pembeli dan pembeli harus pula mengetahui apa yang dijual.
Ada lima konsep pemasaran yang mendasari cara perusahaan melakukan kegiatan pemasarannya.
1.      Konsep berwawasan produksi
2.      Konsep berwawasan produk
3.      Konsep berwawasan penjualan
4.      Konsep berwawasan pemasaran.
5.      Konsep berwawasan pemasaran bermasyarakat
Pemasaran agribisnis diawali dengan penyaluran sarana produksi pertanian, diteruskan dengan produk bahan mentah pada tingkat pengusaha tani,dan mencapai puncak dengan produk akhir yang di inginkan pada tingkat konsumen. Pada proses tersebut terjadi perubahan menjadi produk yang di inginkan konsumen, yang sering di sebut sebagai penambahan kegunaan (utility). Ada empat jenis kegunaan yaitu :
1)      Guna karena bentuk ( form utility )
2)      Guna karena waktu ( time utility )
3)      Guna karena tempat ( place utility )
4)      Guna karena hak milik ( posession utility )
Menurut(Drucker, dalam Firdaus, 2008) pentingnya pemasaran sebagai berikut:
a)      Dalam bisnis hanya ada dua fungsi penting, yaitu pemasaran dan inovasi, di luar itu semua adalah biaya.
b)      Pemasaran pada negara - negara baru berkembang merupakan bagian “terbelakang“ perekonomian yang bersangkutan. Akibatnya, negara - negara tersebut tidak dapat menggunakan sumber - sumber mereka secara efektif.
c)      Perkembangan sistem pemasaran pada negara - negara yang baru berkembang dengan sendirinya dapat mengubah keadaan ekonomi negara yang bersangkutan tanpa harus melakukan perubahan dalam bidang produksi, distribusi penduduk, ataupun distribusi pendapatan.
            Sasaran akhir dalam setiap usaha pemasaran adalah untuk menempatkan produk ke tangan konsumen. Untuk itu perlu adanya pelaksanaan fungsi suatu pemasaran yang baik. Fungsi – fungsi tersebut adalah :
1)      Fungsi pertukaran ( exchange function ) terdiri dari :
a)      Fungsi pembelian
b)      Fungsi penjualan
2)      Fungsi fisis ( function of physical supply ), meliputi :
a)      Pengangkutan
b)      Penyimpanan penggudangan
c)      Pemrosesan
3)      Fungsi penyediaan sarana ( The facilitating function ) meliputi :
a)      Informasi pasar ( market information )
b)      Penanggungan resiko ( risk taking )
c)      Pengumpulan ( collection )
d)     Komunikasi ( communication )
e)      Standardisasi ( standardization ) dan penyortiran ( grading )
f)       Pembiayaan( financing )
Menurut (Soekartawi, 2002) beberapa masalah pemasaran pertanian yang banyak di temukan di negara - negara sedang berkembang pada umumnya, dan di Indonesia pada khususnya adalah, antara lain sebagai berikut :
a)         Tidak tersedianya komoditas pertanian yang cukup dan kontinu. Padahal untuk kegiatan industri bahan baku dari pertanian tersebut di perlukan secara terus menerus mengingat kegiatan industri tidak mengenal musiman.
b)         Harga komoditi yang sering berfluktuasi secara tajam, yang bukan saja berpengaruh terhadap kestabilan pendapatan produsen dari tigkat konsumsi masyarakat, tetapi juga keadaan seperti ini akan memperbesar resiko pemasaran.
c)         Tidak efisiennya pelaku pasar dalam melakukan kegiatan. Misalnya, pedagang perantara (tengkulak) berfungsi pula sebagai pedagang pengumpul Ketidak jelasan tugas yang menjadi tanggung jawab lembaga pemasaran akan menjadkan mekanisme pemasaran tidak efisien.
d)        Tidak memadainya fasilitas, misalnya sistem transportasi, gudang, tempat komoditi pertanian di pasarkan dan lain - lain.
e)         Lokasi produsen dan konsumen yang terpencar juga menjadi masalah.
f)          Kurang lengkapnya informasi pasar. Walaupun informasi pasar itu ada, belum di manfaatkan dengan baik karena pelaku pasar bertindak secara subsistem (rutin) sehingga apapun yang terjadi di luar kebiasaan yang mereka lakukan di anggap kurang penting.
g)         Kurangya pengetahuan terhadap pemasaran di sebabkan karena lemahnya penguasaan aspek - aspek manjemen.
h)         Kurangnya modal, sehingga investasi dalam kegiatan pemasaran menjadi lemah.
i)           Kurangnya respon dari produsen terhadap permintaan pasar.
j)           Tidak memadainya peraturan peraturan yang ada, sehingga mekanisme pasar menjadi tidak eisien.
Setiap pemasaran produk - produk pertanian selalu tiak lepas dari masalah - masalah dari pemasaranya tersebut. Untuk mengatasi masalah - masalah tersebut di perlukan aspek manajemen pemasran yang baik, artinya kalau fungsi - fungsi manajemen (perencanaan, pengorganisasian, pengendalian dan evaluasi) di jalankan dengan baik, maka masalah tersebut dapat di kurangi.
2.3.  Pemasaran  Kelapa Sawit
            Dilihat dari pengusahaanya, perkebunan kelapa sawit di Indonesia ada tiga, yaitu perkebunan rakyat, Perkebunan Besar Negara (PBN) dan perkebunan besar swasta (PBS). Dari ketiga jenis perkebunan tersebut tentu memiliki pola pemasaran produk kelapa sawit yang berbeda pula. Berikut ini di jelaskan pola pemasaran dari ketiga jenis tersebut:
Gambar 1. Pola pemasaran produk kelapa sawit
Pola 1.


 





Pola 2.


 




Pola 3.


 


Panjangnya rantai Pemasaran TBS pada perkebunan rakyat, menyebabkan tingkat keuntungan yang di peroleh petani relatif  kecil. Oleh karena itu, di perlukan upaya untuk meningkatkan pendapatan petani dengan melakukan pembinaan dan memperpendek pemasaran. Pemerintah dalam hal ini melakukan pengaturan fungsi masing - masing pelaku pemasaran dengan di sertai pengaturan margin pemasaran yang menguntungkan masing - masing pelaku. Pemerintah sebaiknya menetapkan margin pemasaran yang harus di terima petani minimal 70 % dari harga di pelabuhan eksportir.
Pemasaran produk kelapa sawit pada Perkebunan Besar Negara (PBN) di lakukan secara bersama melalui Kantor Pemasaran Bersama (KPB), sedangkan untuk Perkebunan Besar Swasta (PBS), pemasaran produk kelapa sawit di lakukan oleh masing - masing perusahaan. Pada umumnya perusahaan besar baik Negara maupun swasta menjual produk kelapa sawit dalam bentuk olahan yaitu minyak sawit mentah (CPO) dan minyak inti sawit (PKO). Penjualan langsung kepada eksportir ataupun ke pedagang/industri dalam negeri (Fauidyastuti, 2006).
2.4.  Dampak Sosial Ekonomi
Pembangunan Suatu proyek sejak di dalam pembangunan sudah bertujuan untuk meningkatkan sosial ekonomi, sehingga secara teoritis dampak setiap proyek haruslah positif bagi masyarakat setempat, propinsi, nasional maupun internasional. Kenyataan yang kita jumpai tidaklah selalu demikian. Masyarakat tingkat propinsi dan nasional mendapatkan dampak positif tetapi masyarakat setempat tidak mendapat atau sedikit sekali dampak positifnya (Suratmo, 1998).
            Lebih lanjut Suratmo (1998) menjelaskan bahwa masyarakat setempat bahkan akan menerima dampak negatif secara tidak langsung dari dampak negatif fisika - kimia, biologi dan budaya. Maka secara keseluruhan dampak sosial ekonomi sering menjadi negatif. Itulah sebabnya dalam pengendalian dampak suatu proyek dampak negatif pada fisika - kimia, biologi dan sosial budaya di hindari atau di kurangi dan dampak sosial ekonomi harus di usahakan mencari cara untuk meningkatkannya sehingga dampak sosial ekonomi secara keseluruhan dapat berbentuk positif yang besar.
            Penetapan komponen  - komponen  sosial ekonomi yang selalu di anggap kritis khususnya untuk negara berkembang adalah :
a)      Penyerapan tenaga kerja
b)      Berkembangnya struktur ekonomi
c)      Peningkatan pendapatan masyarakat
d)     Perubahan lapangan pekerjaan
e)      Kesehatan masyarakat
f)       Bentuk komponen kritis lain yaitu sumber daya apa yang sangat langka dan sangat dibutuhkan masyarakat
            Menurut (Soekanto, 2005) Perubahan sosial terjadi karena adanya perubahan dalam unsur - unsur yang mempertahankan keseimbangan masyarakat seperti misalnya perubahan dalam unsur geografis, biologis, ekonomis atau kebudayaan. Perubahan struktur sosial menunjuk pada perubahan yang terjadi pada jaringan hubungan sosial yang persisten, dimana interaksi antara perorangan/individu telah menjadi rutinitas.
Definisi lain dari Selo Soemardjan, perubahan sosial merupakan perubahan - perubahan pada lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai – nilai, sikap dan pola prilaku di antara kelompok - kelompok dalam mayarakat. Struktur sosial dapat juga dipahami sebagai peranan, kelompok, organisasi, kelembagaan dan perkumpulan sosial yang bersifat persisten. Perubahan kebudayaan yang menyertai perubahan struktur sosial menunjuk pada perubahan cara hidup berpikir yang dilakukan bersama-sama, termasuk di dalamnya sistem simbol dan bahasa, kepercayaan, dan nilai, dan teknologi; mulai dari teknologi yang bersifat umum sampai yang rumit, dan budaya material.
Industrialisasi yang disertai dengan teknologi semakin memperkuat perubahan-perubahan dalam masyarakat. Soerjono Soekanto (1987) mengemukakan: “proses industrialisasi pada masyarakat yang agraris merupakan perubahan yang membawa pengaruh yang besar pada masyarakat.Berbagai lembaga - lembaga kemasyarakatan akan terpengaruh, misalnya hubungan kerja, sistem milik tanah, hubungan-hubungan keluarga, stratifikasi masyarakat dan keluarga.”
Perkembangan masyarakat dalam lingkungan industri, ternyata tidak seiring dengan perkembangan industri itu sendiri. Teknologi dan infrastruktur lainnya yang dikembangkan dalam industri tidak diikuti dengan perkembangan mental bekerja dari para pekerja, terutama dari penduduk lokal. Sehingga tuntutan pekerjaan pada industri tidak dapat diikuti oleh pekerja. Dalam hal ini, kesenjangan kebudayaan terjadi pada masyarakat agraris yang beralih dengan ke dalam industri. Meskipun tuntutan industri terhadap pekerja cukup tinggi, industri tetap memiliki daya tarik yang tinggi pula dibandingkan dengan bekerja di sektor pertanian, terutama jam kerja yang pasti serta upah yang dapat diperoleh dengan cepat dan teratur. Pemanfaatan tenaga kerja lokal oleh industri akan berpengaruh kepada aktifitas kerja yang sudah ada di daerah sekitarnya.
2.5. Dampak Lingkungan
Dampak lingkungan diartikan sebagai perubahan kondisi maupun fungsi dari suatu komponen lingkungan hidup akibat keberlangsungan suatu komponen kegiatan. Perhatian khusus tentu perlu diberikan terhadap dampak-dampak yang menyebabkan perubahan berarti. Kegiatan pembangunan perkebunan kelapa sawit yang dapat berpengaruh terhadap besaran dan sifat dampak antara lain adalah perolehan dan pembukaan lahan, lokasi dan luas lahan perkebunan kelapa sawit yang besar dengan tanaman yang seragam (monokultur), serta konstruksi dan operasi pabrik pengolahan buah kelapa sawit. Sedangkan rona lingkungan yang turut terpengaruh antara lain adalah kondisi ekosistem, hidrologi, bentang alam, dan sikap penduduk yang tinggal di wilayah sekitar perkebunan (Suratmo, 1998 ).
.           Polusi udara adalah terjadinya pencemaran yang akan mengakibatkan menurunya kualitas lingkungan dan terganggunya kesehatan serta ketenangan hidup mahluk hidup. Terjadinya polusi atau pencemaran lingkungan umunya terjadi akibat kemajuan teknologi dalam usaha meningkatkan kesejahtaarn hidup. Misalnya pencemaran air, udara, dan tanah yang akan menyebabkan merosotnya kualitas air, udara, dan tanah. Sebagai akibatnya akan terjadi banyak hal - hal yang merugikan dan mengancam kelestarian lingkungan.
            Menurut (Supardi, 2003) unsur unsur penyebab polutan dapat di golongkan kedalam dua hal :
a)      Yang bersifat kualitatif
Yaitu terdiri dari unsure - unsur yang secara alamiah telah terdapat di dalam alam tetapi jumlahnya bertambah sedemikian banyaknya sehingga mengadakan pencemaran lingkungan. Hal ini bisa terjadi akibat bencana alam, perbuatan manusia dan lain - lain. Contoh polutan misalnya unsur karbon, nitrogen, fosfor, dan lain - lain.
b)      Yang bersifat kuantitatif
Terjadi dari unsur - unsur yang terjadi akibat berlangsungnya persenyawaan yang di buat secara sintesus seperti : pestisida, detergen, dan lain - lain.
Umumnya polusi lingkungan di tujukan kepada faktor - faktor fisik seperti polusi udara, radiasi, suhu, penerangan, dan faktor - faktor kimia melalui debu, uap, gas, larutan, awan, kabut, sosial ekonomi dan kultural seperti kemisknan, kurangya kesempatan kerja, gangguan keamanan, ketidak stabilan politik, aliran - aliran yang bersifat eksterm, mental psikologis seperti hubungan yang tidak baik antara sesama mahluk sosial dan biologis melalui berberapa penyakit menular oleh jasad renik seperti kolera, tifus, demam berdarah dan lain - lain derajatnya semakin besar hingga merupakan gangguan bagi lingkungan (Supardi, 2003).
Polusi air merupakan penyimpangan sifat - sifat air dari keadaan normal, bukan dari kemurnianya. Air yang tersebar di alam tidak pernah terdapat dalam bentuk murni, tetapi bukan berarti semua air sudah terpolusi. Ciri – ciri air yang mengalami polusi sangat bervariasi tergantung dari jenis air dan polutanya atau komponen yang mengakibatkan polusi. Menurut (Srikandi Fardiaz, 1992 dalam supardi, 2003) Polutan air di kelompokkan atas 9 kelompok berdasarkan perbedaan sifat - sifatnya sebagai berikut :
a.       Padatan
b.      Bahan buangan yang membutuhkan oksigen
c.       Mikro organisme
d.      Komponen organik sintetik
e.       Nutrient tanaman
f.       Minyak
g.      Senyawa anorganik dan mineral
h.      Bahan radioaktif
i.        Panas
            Pencemaran tanah merupakan perbuatan yang berlaku kepada sesuatu kawasan sehingga terjadinya pertukaran warna, dan kesuburan. Pencemaran ini di sebabkan oleh bahan buangan berbentuk air atau pejal. Bahan pencemar ini terdiri dari pencemar organik, kimia atau fisik. Puncak - puncak Berlakunya pencemaran ini adalah :
a.       Pembuangan bahan - bahan dari kilang seperti minyak, sisa toksik dan sisa - sisa kilang.
b.      Pembuangan sampah merata juga menyumbang kearah pencemaran.
c.       Penggunaan racun serangga secara berlebih - lebihan.
Pencemaran tanah juga memberikan kesan atas aktivitas harian manusia. Jika hampir semua tempat telah di cemari, manusia sudah tidak berpeluang untuk melihat keindahan alam. Tanah yang telah dicemari tersebut tidak baik lagi di gunakan untuk bercocok tanam karena tanah tersebut telah mengalami kerusakan.
2.6. Perizinan Usaha Perkebunan Dan PKS
Berdasarkan data yang di peroleh dari Dinas Perkebunan Kabupaten Kampar, untuk memperoleh izin usaha pendirian perkebunan (IUP-B) Perusahaan perkebunan mengajukan permohonan secara tertulis kepada bupati/wali kota atau gubernur dengan di lengkapi persyaratan sebagai berikut:
a.       Akte pendirian perusahaan dan perubahannya yang terakhir.
b.      Nomor pokok wajib pajak.
c.       Surat keterangan domisili.
d.      Rekomendasi kesesuaian dengan rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota dari bupati/wali kota (untuk IUP-B) yang diterbitkan oleh gubernur).
e.       Rekomendasi kesesuaian dengan rencana makro pembangunan perkebunan provinsi dari gubernur (untuk IUP-B yang diterbitkan oleh bupati/walikota).
f.       Izin lokasi dari bupati/wali kota yang dilengkapi dengan peta calon lokasi dengan skala: 1 : 100.000 atau 1 : 50.000
g.      Pertimbangan teknis ketersediaan lahan dari instansi kehutanan (apabila areal berasal dari kawasan hutan).
h.      Rencana kerja pembangunan perkebunan.
i.        Hasil analisa mengenai dampak lingkungan hidup (AMDAL), atau upaya pengelolaan lingkungan hidup (UKL) dan upaya pemantau lingkungan hidup (UPL) sesuai peraturan perundang- undangan yang berlaku.
j.        Pernyataan kesanggupan memiliki sarana, prasarana dan sistem untuk melakukan pengendalian organisme pengganggu  tumbuhan (OPT)
k.      Pernyataan kesanggupan memiliki sarana, prasarana dan sistem untuk melakukan pembukaan lahan tanpa pembakaran serta pengendalian kebakaran.
l.        Pernyataan kesediaan membangun kebun untuk masyarakat sesuai pasal 11 yang dilengkapi dengan rencana kerjanya.
m.    Pernyataan kesediaan untuk melakukan kemitraan.


Syarat Pendirian pabrik kelapa sawit yaitu :
Untuk memperoleh izin usaha pendirian pabrik (IUP-P) Perusahaan perkebunan mengajukan permohonan secara tertulis kepada bupati/wali kota atau gubernur dengan di lengkapi persyaratan sebagai berikut:
a.       Akte pendirian perusahaan dan perubahannya yang terakhir.
b.      Nomor pokok wajib pajak.
c.       Surat keterangan domisili.
d.      Rekomendasi kesesuaian dengan rencana tata ruang wilayah kabupaten/kota dari bupati/wali kota (untuk IUP-P) yang diterbitkan oleh gubernur).
e.       Rekomendasi kesesuaian dengan rencana makro pembangunan perkebunan provinsi dari gubernur (untuk IUP-P yang diterbitkan oleh bupati/walikota).
f.       Izin lokasi dari bupati/wali kota yang dilengkapi dengan peta calon lokasi dengan skala: 1 : 100.000 atau 1 : 50.000.
g.      Rekomendasi lokasi dari pemerintah daerah lokasi unit pengolahan.
h.      Jaminan pasokan bahan baku yang diketahui oleh bupati/walikota.
i.        Rencana kerja pembangunan unit pengolahan hasil perkebunan.
j.        Hasil analisa mengenai dampak lingkungan hidup (AMDAL), atau upaya pengelolaan lingkungan hidup (UKL) dan upaya pemantau lingkungan hidup (UPL) sesuai peraturan perundang- undangan yang berlaku.
k.      Pernyataan kesediaan untuk melakukan kemitraan.

III. METODE PENELITIAN
3.1. Tempat dan Waktu Penelitian
            Penelitian ini di laksanakan di Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar. Pemilihan lokasi di dasarkan atas pertimbangan bahwa dikabupaten Kampar merupakan kabupaten di Riau yang mempunyai 29 (dua puluh Sembilan) pabrik pengolahan kelapa sawit yang menyebar di setiap kecamatan dengan berbagai kapasitas kerja mesin olahan pabrik. Kecamatan Tapung Hulu merupakan suatu kecamatan yang banyak terdapat pabrik kelapa sawit di bandingkan kecamatan lain di kabupaten Kampar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2010 sampai dengan Juli 2011, dengan tahapan yang di mulai dari penyusunan proposal, pengumpulan data, analisis data, dan penyusunan laporan penelitian.
3.2. Metoda Pengambilan Sampel Data
            Penarikan sampel di lakukan secara sengaja dengan cara purposive sampling. Populasi penelitian ini adalah petani yang memiliki perkebunan kelapa sawit dan tinggal di sekitar pabrik pengolahan kelapa sawit. Data yang di gunakan dalam studi ini adalah data primer dan data sekunder. Dara primer di peroleh melalui observasi dan wawancara dengan kuisioner yang di tujukan pada semua responden meliputi : identitas responden (umur, tingkat pendidikan formal, kondisi kesehatan keluarga, jenis usaha, serta pendapatan  sebelum dan sesudah adanya pabrik pengolahan kelapa sawit di lingkungan tinggalnya, baik hal positif maupun hal yang di anggap negatif.
            Sedangkan data sekunder di peroleh dari instansi pemerintah kabupaten yaitu : Dinas Perkebunan, BPS, Dinas kesehatan , berupa : Jumlah pabrik, luas lahan perkebunan, produksi hasil perkebunan, demografi kabupaten (keadaan umum daerah, keadaan penduduk, sarana dan prasarana).
3.3. Analisis Data
3.3.1. Kondisi Sosial Ekonomi Budaya Masyarakat
            Data yang di analisis secara kualitatif untuk melihat kondisi sosial ekonomi budaya masyarakat. Adapun kondisi sosial ekonomi budaya masyarakat yang ingin di lihat adalah kemampuan untuk melanjutkan pendidikan anak - anak responden setelah adanya PKS meliputi tingkat pendidikan, sekolah yang diminati. Kondisi tempat tinggal responden yang meliputi : lantai, dinding, atap rumah, serta peralatan rumah tangga yang di miliki. Sumber air minum sebelum dan sesudah adanya PKS, tingkat pendapatan responden, kesempatan kerja yang di peroleh masyarakat setelah adanya PKS, tingkat kesehatan masyarakat setelah adanya PKS, dan perubahan sosial budaya masyarakat di sekitar PKS.
3.3.2.   Permasalahan Lingkungan
           Data yang di peroleh di analisa secara kualitatif untuk melihat kondisi lingkungan sosial masyarakat. Adapun kondisi sosial masyarakat yang ingin di lihat adalah pencemaran lingkungan akibat dari keberadaan PKS meliputi: pencemaran udara, pencemaran air serta pencemaran suara dan indikator yang menunjukkan terjadinya pencemaran lingkungan ini.
Analisis data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu suatu metode atau cara menganalisa dan menguraikan data-data penelitian yang ada dan dikaitkan dengan teori-teori yang ada hubungannya dengan permasalahan guna menarik suatu kesimpulan yang disajikan. Data dikumpulkan dan dianalisis sesuai dengan kodisi yang ada dan ditabulasikan kedalam bentuk tabel sesuai dengan tujuan penulis.
Analisis data secara kualitatif yaitu suatu cara analisis terhadap data dan informasi yang berbentuk kata, kalimat, skema dan gambar dikumpulkan secara mendalam dan menyeluruh, dengan penafsiran terhadap data serta penampilan dari hasil. Analisis kualitatif ini dicari hubungan antara fenomena-fenomena yang ada berdasarkan data informasi yang telah dikumpulkan serta berpedoman kepada landasan teori dan kebijakan yang menjadi gambaran secara lengkap mengenai objek penelitian dan fenomena - fenomena yang melingkupinya sehingga diperoleh penjelasan tentang pokok permasalahan serta membantu mencari pemecahan yang baik dan tepat.
3.4.    Konsep Operasional
1.         Dampak adalah pengaruh atau akibat yang ditimbulkan berdirinya PKS. Dampak yang di timbulkan ada dua yaitu dampak positif dan dampak negatif.
2.         Dampak positif adalah pengaruh atau akibat yang diharapkan dari kegiatan PKS di Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar.
3.         Dampak negatif adalah pengaruh atau akibat yang tidak di harapkan dari kegiatan yang di laksanakan oleh PKS di  Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar.
4.         Perubahan sosial adalah perubahan - perubahan pada lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai - nilai, sikap dan pola prilaku di antara kelompok - kelompok dalam mayarakat.
5.         Pendapatan adalah hasil dari yang di lakukan/diusahakan oleh kepala keluarga maupun anggota keluarga di mana hasil tersebut dapat berupa barang, uang , maupun jasa. Semakin tinggi pendapatan seseorang maka semakin tinggi pula tingkat kesejahtraan seseorang demi kelangsungan hidupnya.
6.         Pabrik kelapa sawit adalah tepat pegolahan hasil kebun atau tandan buah segar menjadi produk lanjutan yang nantinya perlu di olah lagi di pengolahan berikutnya sehingga menjadi produk yang dapat langsung di gunakan oleh konsumen.
7.         Pencemaran lingkungan adalah berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai tingkat tertentu yang menyebabkan lingkunagn menjadi kurang atau tidak dapt berfungsi lagi sesuai dengan peruntukanya.
8.         Limbah perkebunan kelapa sawit adalah limbah yang di hasilkan dari sisa tanaman yang tertingggal pada saat pembukaan areal perkebunan, peremajaan dan panen kelapa sawit.





DAFTAR PUSTAKA
Abd. Rahim, dkk. 2007.  Pengantar Teori Dan Kasus Ekonometrika Pertanian  Penebar Swadaya. Jakarta.
Anonim. 2010. Strategi pengembangan dan pemasaran. http://kamaluddin86.blogspot.com.strategi pengembangan-dan pemasaran.html. Di akses pada tanggal 20 desember 2010.
Anonim.  http://blogs.unpad.ac.id/rsdarwis/?p=3. Di akses 30 desember 2010.
Anonim. Pencemaran alam sekitar. http://www.scribd.com/doc/4927232/Artikel-Pencemaran-Alam-Sekitar#fullscreen:on. Di akses pada tanggal 11 januari 2011.
Dinas Perkebunan Kabupaten Kampar. 2009. Undang – Undang perkebunan.
Fahlepi, Mirsal. A. 2008. Strategi menanggulangi dampak keberadaan pabrik pengolahan kelapa sawit di kabupaten siak. Skripsi Fakultas Pertanian Universitas Riau. Pekanbaru. (Tidak dipublikasikan).
Fauidyastuti, Yan dkk. 2006. Budidaya Pemanfaatan Hasil & Limbah Analisis Usaha & Pemasaran. Penebar swadaya. Jakarta.
Firdaus, M.  2008.  Manajemen Agribisnis. Bumi Aksara. Jakarta
Gunarwan, Suratmo. 1998. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Gadjah mada University Press. Jogjakarta.
Kurniawan, D. 2007. Strategi Menanggulangi Dampak Keberadaan Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit ( PKS ) Di Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar. Skripsi Fakultas Pertanian Universitas Riau. Pekanbaru. (Tidak dipublikasikan).
Pusat Perizinan dan Investasi Departemen Pertanian.  2006. Prosedur Investasi Bidang Usaha Perkebunan Dan Pabrik Pengolahannya. Jakarta. Di akses 10 Desember 2010.
Syahza, A. 2003. Rancangan Model Pemberdayaan Ekonomi Pedesaan Melalui Pembangunan Agroestat Kelapa Sawit  Di Daerah Riau. http://almasdi.unri.ac.id//. Di akses pada tanggal 28 Desember 2010.
    2002. Pengaruh Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit Terhadap Ekonomi Regional Daerah Riau. http://almasdi.unri.ac.id. Di akses pada tanggal 25 Desember 2010.
   2004. Kelapa Sawit dan Kesejahteraan Petani  di Pedesaan Daerah Riau. http://almasdi.unri.ac.id. Di akses pada tanggal 30 Januari 2011.
Soekartawi. 2002. Prinsip Dasar  Manajemen Pemasaran Hasil - Hasil Pertanian. Fajar Interpratama. Jakarta.
Soekanto, S. 2005. Sosiologi Sebagai Suatu Pengantar. PT Raja Grafindo.  Jakarta.
Supardi, I. 2003. Lingkungan Hidup dan Kelestarianya. PT Alumni. Bandung.
Suparmoko, M, Maria R. Suparmoko, 2007. Ekonomi Lingkungan. Bpfe - Yogyakarta. Yogyakarta
















LAMPIRAN
No
Perusahaan Kelapa Sawit
Kecamatan
Kapasitas
Pengelolaan Limbah

1
PT. Ganda Buanindo
Kampar Kiri
30
LA

2
PT. Adi Mulya Agri Lestari
Gunung Sahilan
40
LC

3
PT. Flora Wahana Tirta
Gunung Sahilan
45
LA

4
PT. Padasa Enam Utama Kokar
XIII Koto Kampar
60
LA

5
PT. Ciliandra Perkasa
Salo
30
LA

6
PT. Peputra Masterindo
Tapung
45
LC

7
PT. Tunggal Yunus Estate
Tapung
45
LA

8
PT. Rama Jaya Pramukti
Tapung
60
LA

9
PT. PN V Sei Garo
Tapung
30
LA

10
PT. PN V Sei Galuh
Tapung
60
LA

11
PT. Sewangi Sawit Sejahjtera
Tapung
40
LC

12
PT. Bumi Mentari Karya
Tapung
45
BML

13
PT. PN V Terantam
Tapung Hulu
60
LA

14
PT. PN V Tandun
Tapung Hulu
40
LA

15
PT. Arindo Tri Sejahtera
Tapung Hulu
45
LA

16
PT. Riau Kampar Sahabat Sejati
Tapung Hulu
35
LC

17
PT. Subur Arum Makmur
Tapung Hulu
45
LA

18
PT. Sewangi Sejati Luhur
Tapung Hulu
60
LC

19
PT. Multi Agro Sentosa
Tapung Hulu
30
BML

20
PT. Sekar Bumi Alam Lestari
Tapung Hilir
30
LA

21
PT. Buana Wira Lestari Sikijang
Tapung Hilir
60
LA

22
PT. Buana Wira Lestari Nagasakti
Tapung Hilir
60
LA

23
PT. Bina Fitri Jaya
Tapung Hilir
45
BML

24
PT. Johan Sentosa
Bangkinang Seberang
45
LA

25
PT. Tasma Puja
Kampar Timur
30
LA

26
PT. PN V Sei Pagar
Perhentian Raja
30
LA

27
PT. Bangun Tenera Riau
Perhentian Raja
20
BML

28
PT. Bina Sawit Nusantara
Kampar Kiri Tengah
15
BML

29
PT. Swatisidhi Amagra
Kampar Kiri Tengah
30
BO

Sumber : Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Kampar, 2009






Ket
LC: Limbah Cair dibuang ke media lingkungan
LA: Limbah Cair di buang ke lingkungan
BML: Bemum Membuang Limbah











Lampiran 1. Perusahaan Kelapa Sawit Berdasarkan kecamatan, kapasitas dan pengelolaan, 2009.
KUISIONER PENELITIAN

DAFTAR PERTANYAAN
DAMPAK PEMBANGUNAN PABRIK KELAPA SAWIT (PKS) TERHADAP MASYARAKAT DI KECAMATAN TAPUNG HULU KABUPATEN KAMPAR

No. sampel      :
Surveyor          : Lamijan
Tgl. Survey      :
Kecamatan      : Tapung Hulu
Desa/kel          :
RT/RW            :
 

A. IDENTITAS RESPONDEN


1. Nama                                                        :
2. Jenis kelamin                                            : Pria/wanita
3. Umur                                                        :…..Tahun
4. Pendidikan formal                                   : SD / SD / SLTP / SLTA / PT (Thn)
5. Pekerjaan Tetap                                        :
6. Pekerjaan Sampingan                               :
8. Identitas anggota keluarga lainnya          : 
No
Nama

Jenis Kelamin

Umur (Thn)
Hubungan dengan kepala rumah tangga

 






























B.        Dampak positif dari berdirinya pabrik kelapa sawit
1.         Apakah bapak memiliki lahan perkebunan kelapa sawit ?                  ____________________________________________________________            ____________________________________________________________
2.         Ke manakah bapak menjual kelapa sawit tersebut ?            ____________________________________________________________            ____________________________________________________________
3.         Bagaimana persepsi  bapak terhadap PKS ?            ____________________________________________________________            ____________________________________________________________
4.         Tahun berapakah PKS itu berdiri ?            ____________________________________________________________            ____________________________________________________________
5.         Apakah pengaruh yang bapak rasakan semenjak berdirinya PKS tersebut?            ____________________________________________________________            ____________________________________________________________
6.         Adakah perubahan pola hidup bapak semenjak adanya PKS tersebut?            ____________________________________________________________            ____________________________________________________________
7. ____ Adakah dampak positif yang bapak rasakan setelah berdirinya pabrik kelapa sawit tersebut :
______ a. Perubahan tingkat pendapatan keluarga? ada/tidak
______ Jika ada,alasannya_____________________________________________
______ ____________________________________________________________
______ ____________________________________________________________
______ b. Pembangunan sarana dan prasarana?ada/tidak
______ Jika ada,alasannya_____________________________________________
______ ____________________________________________________________
______ ____________________________________________________________
c.  Pembangunan tempat pendidikan dan tempat – tempat ibadah?ada/tidak
______ Jika ada,alasannya_____________________________________________
______ ____________________________________________________________
______ ____________________________________________________________
d.   Kemajuan tingkat pendidikan anak?Ada/tidak
Jika ada, alasanya_____________________________________________
_ ____________________________________________________________
_ ____________________________________________________________
e.    Pembangunan tempat – tempat hiburan?Ada/tidak
______ Jika ada,alasanya______________________________________________
_ ____________________________________________________________
_ ____________________________________________________________
f.       Adakah kesempatan kerja yang bapak peroleh dari berdirinya PKS tersebut ? Ada/tidak
______      Jika ada, alasanya___________________________________________
___________________________ ______________________________________________________

g.      Adakah perubahan lapangan pekerjaan ? Ada/tidak
   Jika ada, alasanya ________________________________________
___________________________ ______________________________________________________
h.    Adakah pertambahan pembangunan lembaga kemasyarakatan?
_________________________________________________________________________________ ______________________________________________________
i.        Adakah perubahan dan perkembangan tingkat penggunan teknologi setelah berdirinya pabrik pengolahan kelapa sawit tersebut? Jika ada, sebutkan! __________
______________________________________________________
______________________________________________________
C. Dampak negatif dari berdirinya pabrik kelapa sawit

8.            Adakah dampak negatif yang bapak rasakan dari berdirinya pabrik kelapa sawit  tersebut :
a.       Pencemaran lingkungan sekitar pabrik ?Ada/tidak
Jika ada, alasanya?______________________________________
___________________________ ______________________________________________________
b. Pencemaran udara di sekitar pabrik? Ada/tidak
                       Jika ada, alasanya?_______________________________________
______________________________________________________            
c.    Pencemaran air di sekitar pabrik? Ada/tidak
Jika ada, alasanya?______________________________________
______________________________________________________            
d.   Pencemaran tanah di sekitar pabrik ? Ada/tidak
Jika ada, alasanya?______________________________________
______________________________________________________            
e.    Adakah kebisingan/pencemaran suara yang di timbulkan dari beroperasinya pabrik kelapa sawit tersebut? ______________________________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
f.    Adakah tingkat perubahan tingkat keamanan lingkungan?________
           ______________________________________________________                        

g.   Adakah penyakit yang meyerang masyarakat pada lingkungan sekitar beroperasinya pabrik kelapa sawit tersebut? jika ada, sebutkan! __________________________
______________________________________________________
______________________________________________________
9.      Adakah perubahan sosial budaya yang bapak rasakan ? Ada/tidak
Jika ada, alasanya __________________________________________
______________________________________________________            

10.     Adakah perkembangan struktur ekonomi yang bapak rasakan ? Ada/tidak
Jika ada, alasanya_______________________________________
___________________________ ______________________________________________________


11.     Adakah perhatian dan partisipasi pemerintah dalam pencegahan dampak negatif dari PKS tersebut ?         
___________________________ ______________________________________________________


D. Solusi mengatasi dampak pembangunan pabrik kelapa sawit

12.        Adakah perhatian pemerintah dalam penanganan limbah pabrik kelapa sawit? Ada/tidak
Jika ada, jelaskan. ______________________________________________
______________________________________________________            
13.        Tindakan apakah yang di lakukan pemerintah dalam menagani dampak dari pencemaran berikut ini :
a.       Pencemaran air?____________________________________________
__________________________________________________________
__________________________________________________________
b.      Pencemaran udara?__________________________________________
__________________________________________________________
__________________________________________________________
c.       Pencemaran tanah? _________________________________________
__________________________________________________________
__________________________________________________________
d.       


 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Blogger Templates